Mengenal Long Hauler, Klasifikasi Penyakit yang Diderita Pasien Covid-19

Senin, 05 Oktober 2020 : 12.13
Ilustrasi merawat pasien Covid-19/Foto: rctiplus

Trenkini.com - Belum lama ini lagi ada pemberitaan tentang long hauler terkait klasifikasi penyakit yang diderita oleh pasien terpapar Covid-19.

Lalu sebenarnya apa itu long hauler? Dokter spesialis penyakit dalam, Adityo Susilo mengatakan pasien yang disebut sebagai long hauler adalah penderita covid-19 dengan klasifikasi sedang hingga berat bisa. 

Dia menjelaskan ada perinsipnya long hauler adalah istilah yang diungkapkan untuk menggambarkan pasien-pasien yang sembuh dari Covid-19. 

Namun dalam beberapa hari bahkan sampai dua bulan masih mengeluhkan adanya gejala-gejala yang seolah-olah merupakan bagian dari Covid-19. 

"Jadi artinya long haulers ini tidak akan dialami oleh penderita Covid-19 tingkat ringan melainkan berpotensi terjadi pada Covid-19 sedang atau lebih tinggi," jelasnya seperti dikutip dari mediaindonesia.com Senin (5/10/2020). 

Bagaimana Penanganan Untuk Long Hauler?

dr Adityo mengibaratkan Covid-19 adalah api dan pada saat pasien Covid-19 mengalami infeksi paru-paru yang berat, itu ibarat api yang sedang membakar hutan, maka penanganan pun dilakukan. 

Artinya, setelah memusnahkan Covid-19 yang berarti apinya dipadamkan, hutan masih butuh waktu untuk bisa megalami reboisasai kembali. Tak hanya itu,menurutnya long hauler juga bisa terjadi akibat tekanan psikologis. 

"Tidak jarang pasien tertekan karena kondisi sosial karena mendapat WA atau yang lain, biasanya ditanya seperti 'kok kamu masih ada keluahan sih, kok kamu masih positif juga'. Nah pressure sperti ini berat untuk pasien," kata dr Adityo. 

Adityo berharap, para dokter maupun perawat bisa menerima kenyataan bahwa mereka akan berhadapan pada keluhan pasien seperti ini dan juga bisa memberikan edukasi kepada pasien untuk terus bersemangat dan terus berhati-hati dengan kondisi long hauler. 

"Sekarang bagaimana caranya kita untuk memberikan eduksasi kepada pasien bahwa long hauler bukan terus akan terjadi. Seiring waktu proses perbaikan akan terjadi dan pasien kembali bisa beradaptasi," katanya.

Bagikanlah
Sebelumnya
Berikutnya

0 komentar :

Copyright © 2020 Trenkini.com | #beritatrending - All Rights Reserved