KEK Mentawai Kunci Pengembangan Pariwisata di Bumi Sikerei

Selasa, 15 September 2020 : 09.50
Kawasan Kepulauan Mentawai
Kawasan Kepulauan Mentawai. Foto: ist
Trenkini.com - Saat ini Pemprov Sumbar juga tengah mengupayakan pengembangan pariwisata di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Hal ini dikarenakan Mentawai adalah salah satu destinasi wisata yang memiliki pengunjung dari berbagai negara.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) adalah kunci pengembangan pariwisata di Mentawai. Sebab dengan adanya KEK di Mentawai maka akan berdampak kepada infrastruktur, seperti bandara, pelabuhan, jalan, dan pembangunan hotel.

Nasrul juga menjelaskan terkait KEK itu, belum lama ini Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, melalui Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Ridwan Djamaluddin telah datang langsung ke Mentawai untuk meninjau berbagai progress pembangunan infrastruktur.

Wagub pun mengapresiasi berbagai dukungan dari pemerintah pusat tersebut. Namun dia pun berharap dukungan itu agar selalu ada, supaya segala proyek pembangunan infrastruktur bagi peningkatan perekonomian masyarakat Mentawai pada khususnya dan Sumatera Barat pada umumnya, dapat terlaksana lebih baik lagi dan selesai tepat waktu.

“Pembangunan sudah mulai banyak kemajuan dan masyarakat mulai bergairah, dan kemudian ada proyek lagi tambahan yakni infrastruktur jalan, semoga pada tahun 2021 sudah bisa berjalan,” jelasnya.

Di Mentawai itu, paling utama saat ini adalah masalah jalan Trans Mentawai, ada sekitar 204 kilo lagi yang belum dibuka, mudah-mudahan nanti ada anggarannya dan harapan kita seperti itu.

Untuk hambatan di lapangan sepertinya tidak ada, tinggal anggarannya saja dan bagi kita tidak ada masalah apakah itu dikerjakan oleh Kementerian PU-PR atau diserahkan kepada pemerintah daerah, yang penting jalan ini segera dibangun agar perekonomian masyarakat disini bisa berjalan, apalagi bila Pelabuhan Labuhan Bajau selesai dan Jalan Lingkar selesai tentu perekonomian masyarakat pun bangkit.

Nasrul menjelaskan paket jalan Trans Mentawai ini telah berjalan semenjak beberapa tahun yang lalu, dan progres yang telah dicapai sampai saat ini yakni Lintas Timur, Pembukaan Trase jalan Pantai Timur, dimulai dari Peipei Ke Labuhan Bajau sepanjang 188,2 Km dan telah selesai dibuka sekitar 90 %, kebutuhannya yaitu peningkatan.

Untuk Lintas Barat, Trase jalan Pantai Barat juga dimulai dari Labuhan Bajau Ke Peipei sepanjang 208,56 Km. Trase Pantai Barat saat ini sudah di Tracking oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar, BKSDA dan Taman Nasional Siberut (TNS), sehingga sudah jelas titik yang perlu IPPKH dan titik yang perlu Perjanjian Kerjasama Pemanfaatan (PKS).

Untuk Kondisi Readiness criteria, beberapa ruas sudah terpenuhi di tahun 2020, dan trase lainnya akan dipenuhi di tahun 2021.

Sementara untuk Rencana KEK Mentawai, kondisi saat ini sudah ada kesesuaian dengan Tata Ruang, sudah ada rekomendasi dari Bupati Mentawai, sudah ada Rekomendasi dari Dinas Kehutanan, bahwa Kawasan KEK Ini Tidak Masuk Dalam Hutan Produksi, dan sudah masuk dalam Ranperda RZWP3K (Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil), dan terakhir Dokumen Amdal pun sudah selesai.

"Soal bandara, saat ini kontraktor tengah mencari investor agar ada pihak yang bisa mendanai perbaikan bandara Mentawai itu. Bila telah ada, nanti dimasukan ke KEK sehingga selanjutnya soal infrastruktur bisa dihendel dengan KEK," ungkapnya.
Bagikanlah
Sebelumnya
Berikutnya

0 komentar :

Copyright © 2020 Trenkini.com | #beritatrending - All Rights Reserved