Bikin Wisatawan Rindu Promosi Pariwisata Sumbar Digencarkan

Selasa, 15 September 2020 : 09.58
Pulau Sutan, di kawasan wisata Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat
Pulau Sutan, di kawasan wisata Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat - Foto: KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Trenkini.com - Melihat kondisi seperti itu, Pemprov Sumbar tidak tinggal diam. Dinas Pariwisata yang menjadi ujung tombak pemerintah dan juga pelaku pariwisata lainnya turut bergerak secara cepat.

Seperti yang dikatakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial, sampai saat ini pihaknya tengah melakukan promosi pariwisata Sumbar dengan berharap adanya kunjungan wisatawan khususnya untuk wisatawan nusantara di masa pandemi Covid-19.

Alasan utama yang menjadikan wisatawan nusantara untuk datang ke Sumbar, karena Dispar melihat sulit bagi wisman untuk masuk ke Sumbar disaat Covid-19 masih terbilang belum terkendali dengan baik.

Baca Juga: KEK Mentawai Kunci Pengembangan Pariwisata di Bumi Sikerei 

Tidak hanya bagi daerah Sumbar yang masih belum membuka kunci untuk kedatangan wisman, tapi di negara asal wisman pun belum mengizinkan warganya untuk bepergian ke luar negara dengan alasan untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19.

"Orientasi Pemprov sampai akhir tahun 2020 masih tetap pada wisatawan lokal, regional dan nusantara," kata dia.

Novrial menyebutkan sesuai dengan peta jalan yang disusun Menko Marvest dan Menparekraf sebelumnya, dengan panduan pelaksanaan protokol kesehatan yang disiplin maka pariwisata di era kenormalan baru lebih menargetkan wisatawan nusantara.

Sementara untuk wisatawan mancanegara masih menunggu kebijakan pemerintah pusat dan kebijakan negara-negara asal wisatawan, karena banyak negara masih sangat berhati-hati untuk mengizinkan warganya bepergian ke Indonesia.

"Konkritnya kita tunggu AirAsia masuk kembali ke BIM (Bandara Internasional Minangkabau)," tegasnya.

Novrial menyampaikan bahwa di BIM hanya ada satu penerbangan internasional yakni melalui Malaysia dengan maskapai penerbangan AirAsia.

Sembari menunggu adanya regulasi dan memantau situasi Covid-19 yang masin terjadi kini, Dispar Sumbar akan terus mengupayakan marketing communication melalui medsos, utk menjaga ingatan orang tentang Sumatra Barat dan potensinya.

Kegiatan itu juga melibatkan semua dinas provinsi dan kabupaten dan kota, karena telah sepakat untuk saling share konten masing-masing di akun formal dinas dan akun pribadi masing-masing.

Bahkan dalam promosi pariwisata itu seluruh pihak yang terlibat dalam pendokumentasikan tersebut mematuhi protokol kesehatan seperti halnya menggunakan masker dan jaga jarak sosial.

Menurutnya meski tujuan adalah promosi melalui dokumentasi berbagai kegiatan, karena lagi berada di situasi Covid-19, maka promosinya dilakukan sesuai dengan kondisi saat ini yakni bagaimana cara berwisata aman dalam pandemi.

Sejauh ini telah banyak jenis tempat yang telah didokumentasikan oleh Dispar mulai dari wisata alam, atraksi budaya, dan wisata kuliner. Seluruh hal itu nantinya akan ditayangkan disebarluaskan di medsos agar wisatawan tahu bahwa banyak yang baru di Sumbar untuk dikunjungi.

"Semua itu kita lakukan agar pariwisata di Sumbar kembali membaik dan tentunya harus mematuhi protokol kesehatan," tegas dia.

Tidak hanya itu, agar memberikan rasa aman kepada wisatawan, Gubernur Sumbar juga telah mengeluarkan surat edaran tentang persyaratan bagi wisatawan nusantara saat datang ke Sumbar.

Melihat ke Surat Edaran Gubernur Nomor:556/550/Dispar-Dest/VIII-2020 TAHUN 2020 Tentang Persyaratan Wisatawan Nusantara Berkunjung ke Sumatera Barat menjelaskan bahwa pembangunan kepariwisataan Sumatera Barat berpedoman kepada potensi budaya dan keluhuran adat dengan filosofi adat basandi syara, syara basandi kitabullah, yang berorientasi pada kearifan lokal (local wisdom).

SE itu menyebutkan dalam berwisata ke Sumbar harus mengedepankan aspek kesehatan, kenyamanan, dan keamanan bagi wisatawan sebagai sebuah persyaratan bagi yang berkunjung di masa pandemi Covid-19.

Sebab sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor
9 Tahun 2020 Tentang Perubahan atas Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020 Tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19, dengan sejumlah persyaratan.

Syarat itu yakni setiap wisatawan harus menunjukan Surat Keterangan Bebas Covid-19 Hasil Negatif uji Swab berbasis PCR (Polymerase Chain Reaction), minimum hasil non-reaktif rapid tes dari instansi yang berwenang, yang masa berlakunya selama 14 (empat belas) hari sejak Surat Keterangan dikeluarkan.

Wisatawan yang tidak dapat menunjukan Surat Keterangan hasil uji swab berbasis PCR/rapid test, dan hasil rapid testnya reaktif, diwajibkan mengikuti uji swab, termasuk untuk Wisatawan yang berkeinginan menghilangkan status OTG (Orang Tanpa Gejala) selama berada di wilayah Sumatera Barat, dapat memeriksakan/meminta swab kepada petugas di Bandara Internasional Minangkabau dan pusat pelayanan kesehatan pemerintah terdekat.

Biaya uji Swab, karantina milik pemerintah daerah serta fasilitas terkait disediakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (gratis), sedangkan untuk biaya rapid test menjadi tanggung jawab wisatawan.

Wisatawan selama di Sumatera Barat berkewajiban melaksanakan Protokol Kesehatan yaitu selalu menggunakan masker/pelindung wajah, selalu mengukur suhu tubuh dengan Thermogun setiap beraktifitas /berinteraksi, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, selalu menjaga jarak minimal 1 (satu) meter pada saat berinteraksi dengan siapa saja dan duduk dimana saja.

"Jadi semua itu intinya wisatawan itu harus melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat," ungkap dia.

Menurutnya dengan dibukanya objek wisata, maka pemerintah harus melakukan antisipasi penyebaran Covid-19 di kawasan wisata dengan syarat yang dituliskan oleh gubernur dimaksud.
Bagikanlah
Sebelumnya
Berikutnya

0 komentar :

Copyright © 2020 Trenkini.com | #beritatrending - All Rights Reserved